+
  • 109-1.jpg
  • 109-2.jpg
  • 109-3.jpg
  • 109-4.jpg
  • 109-5.jpg

Kiln putar untuk produksi kapur dalam industri metalurgi oksida nikel-seng klinker semen


Informasi dasar: Aplikasi, kegunaan: Khusus untuk pabrik semen Kemasan pengiriman: Pengiriman laut Tingkat otomatisasi: Sesuai dengan kebutuhan pelanggan Asal: Tiongkok Layanan kustomisasi: Dapat dikustomisasi

Pesan

  • Spesifikasi teknis
  • Informasi dasar:
    Aplikasi, kegunaan: Khusus untuk pabrik semen
    Kemasan pengiriman: Pengiriman laut
    Tingkat otomatis: Sesuai dengan kebutuhan pelanggan
    Asal: Tiongkok
    Layanan kustom: Dapat dikustomisasi

     

    Struktur dan fungsi utama:
    Komponen struktural peralatan tungku putar:
    Yang utama meliputi: badan tungku, cincin penggulung (sabuk roda), roda penopang dan poros roda penopang (bagian penopang), roda penahan, perangkat penggerak, serta perangkat penyegelan pada bagian kepala dan ekor.
    Karakteristik struktural peralatan tungku:
    1. Badan tungku putar dibuat dari pelat baja 20g dan Q235-B yang telah dirol, dengan memastikan lima sifat mekanis utama; umumnya dilakukan pengelasan otomatis. Ketebalan dinding tabung: pada umumnya 25 mm, pada zona pembakaran 32 mm, dan di bawah roda penopang 65 mm; dari bagian di bawah roda penopang hingga ruas antar-roda terdapat segmen transisi dengan ketebalan 38 mm, sehingga desain tabung menjadi lebih rasional—sekaligus menjamin kekakuan penampang melintang dan memperbaiki kondisi beban pada perangkat penopang. Pada ujung keluaran tabung dipasang pelindung mulut tungku yang tahan suhu tinggi dan tahan aus, sedangkan ujung ekor tungku terbuat dari pelat baja 1Cr18Ni9Ti sepanjang satu meter. Pelindung kepala tungku bersama selubung udara dingin membentuk ruang selubung bersekat; udara dingin dialirkan dari corong ke arah dalam tabung untuk mendinginkan permukaan non-kerja pelindung kepala tungku, sehingga mendukung operasi jangka panjang yang aman pada bagian tersebut. Pada tabung dipasang tiga roda penopang berbentuk persegi panjang yang solid. Celah antara roda penopang dan bantalan tabung ditentukan oleh besarnya ekspansi termal; ketika tungku beroperasi normal, roda penopang dapat menempel secara tepat pada tabung, sehingga mengurangi deformasi radial tabung.
    2. Sistem penggerak peralatan tungku putar menggunakan penggerak tunggal, yang digerakkan oleh motor listrik berfrekuensi variabel yang menggerakkan reduktor roda gigi silindris tiga tahap dengan permukaan gigi keras, kemudian menggerakkan pasangan roda gigi terbuka pada tungku. Perangkat penggerak ini menggunakan kopling blok karet untuk meningkatkan kelancaran transmisi, serta dilengkapi dengan perangkat penggerak bantu yang terhubung ke sumber daya cadangan, sehingga tetap memungkinkan pengoperasian pemutaran tungku meskipun terjadi pemadaman sumber daya utama, guna mencegah lenturan badan tungku dan mempermudah kegiatan pemeliharaan.
    3. Pada peralatan kiln putar, segel kepala kiln menggunakan sistem segel udara berupa penutup pelindung serta perangkat segel fleksibel berlapis ganda yang terdiri atas segel labirin dan bilah baja pegas. Udara dingin dalam jumlah yang tepat disalurkan melalui corong untuk mendinginkan pelat pelindung; setelah dipanaskan, udara dingin tersebut kemudian dibuang melalui bagian atas. Selain itu, pelat segel fleksibel yang ditempatkan di bawah bilah-bilah baja pegas tahan panas yang saling bersilangan menekan selubung udara dingin, sehingga tetap dapat mempertahankan fungsi segel meskipun tubuh kepala kiln sedikit bergeser atau berosilasi.
    4. Pada peralatan kiln putar, segel ujung kiln menggunakan segel fleksibel berbahan baja dan grafit. Perangkat ini mudah dan praktis dalam pemasangan, serta aman digunakan.

     

    Aplikasi: bahan bangunan, metalurgi dan kimia, perlindungan lingkungan, dan lain-lain
    Kiln putar merujuk pada tungku pembakaran berputar (umumnya disebut kiln putar), yang bentuknya menyerupai ranjang berputar dan oleh karena itu juga disebut tungku ranjang berputar. Berdasarkan jenis bahan yang diolah, kiln putar dapat dibagi menjadi kiln semen, kiln metalurgi dan kimia, serta kiln kapur. Kiln semen terutama digunakan untuk membakar klinker semen, dan terbagi menjadi dua kelompok utama: kiln semen dengan proses kering dan kiln semen dengan proses basah. Kiln metalurgi dan kimia, sebaliknya, terutama digunakan dalam industri metalurgi, antara lain untuk pemanggangan magnetisasi bijih besi miskin di pabrik baja; pemanggangan oksidasi bijih krom dan bijih feronikel; pemanggangan bijih bauksit berkadar alumina tinggi di pabrik bahan tahan api serta pemanggangan klinker dan aluminium hidroksida di pabrik aluminium; serta pemanggangan pasir bijih krom dan bubuk bijih krom serta mineral sejenis lainnya di pabrik kimia. Kiln kapur (yaitu kiln kapur aktif) digunakan untuk memanggang kapur aktif yang dipakai di pabrik baja dan pabrik feroin, serta dolomit ringan yang telah dipanggang.

     

     

     

Dapatkan informasi produk lebih lanjut secara gratis

*Catatan: Harap sampaikan informasi dengan akurat untuk memastikan kelancaran komunikasi. Kami akan segera menghubungi Anda kembali.

Kirim sekarang